BASIS DATA || PEMAHAMAN DASAR BASIS DATA

 BAB. I


PENGERTIAN BASIS DATA


    Database atau Basis Data adalah kumpulan data yang dikelola sedemikian rupa berdasarkan ketentuan tertentu yang saling berhubungan sehingga mudah dalam pengelolaannya. Melalui pengelolaan tersebut pengguna dapat memperoleh kemudahan dalam mencari informasi, menyimpan informasi dan membuang informasi. 

    Dan dibawah ini adalah pengertian Database atau Basis Data menurut para ahli:

1. Pengertian Database Menurut Toni Fabbri

Pengertian database atau Basis Data adalah menurut Toni sebuah sistem file-file dan data yang terintegrasi di mana file dan data tersebut yang mempunyai sebuah primary key untuk melakukan pengulangan data.

2. Pengertian Database Menurut Date

Pengertian database atau Basis Data adalah menurut Date sebagai tempat sekumpulan berkas dan juga terkomputerisasi. Sistem database adalah sistem terkomputerisasi yang mempunyai tujuan utamanya untuk melakukan pemeliharaan terhadap informasi dan membuat informasi tersebut tersedia saat dibutuhkan.

3. Pengertian Database Menurut S. Atte

Pengertian database atau Basis Data adalah menurut Atte sebuah koleksi data-data yang saling berinteraksi yang ada dalam suatu organisasi atau enerprise dengan macam-macam penggunaan.

4. Pengertian Database Menurut Fabbri dan Schwab

Pengertian database atau Basis Data adalah menurut Fabbri dan Schwab sebuah sistem berkas terpadu yang dirancang terutama untuk dapat meminimalkan pengulangan atau redundancy data.

5. Pengertian Database Menurut Chou

Pengertian database atau Basis Data adalah menurut Chou kumpulan informasi yang bermanfaat yang diorganisasikan dalam tatacara yang khusus sehingga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan suatu organisasi.

6. Pengertian Database Menurut C.J. Date

Pengertian database atau Basis Data adalah C.J. Date kolek data operasional yang sengaja di simpan dan juga dipakai oleh sistem aplikasi dari suatu organisasi.

7. Pengertian Database Menurut Gordon C. Everest

Pengertian database atau Basis Data adalah menurut Gordon suatu koleksi atau kumpulan data yang bersifat mekanis, terbagi atau shared, terdefinisi secara formal dan juga terkontrol. Pengontrolan tersebut terpusat pada suatu organisasi.

8. Pengertian Database Menurut Jogiyanto

Pengertian database atau Basis Data adalah menurut Jogiyanto kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di simpanan luar komputer dan digunakan perangkat lunak tertentu untuk memanipulasinya.

9. Pengertian Database  Menurut Connolly dan Begg (2010: 65)

Pengertian database atau Basis Data adalah menurut Connolly dan Begg sebuah kumpulan data yang secara logis terkait dan dirancang untuk memenuhi suatu kebutuhan informasi dari sebuah organisasi.

10. Pengertian Database Menurut Indrajani (2015: 70)

Pengertian database atau Basis Data adalah menurut Indrajati kumpulan data yang saling berhubungan secara logis dan didesain untuk mendapatkan data yang dibutuhkan oleh suatu organisasi.



TUJUAN BASIS DATA

     Adapun tujuan utama Basis Data merupakan untuk mengatur data atau mengorganisasikan data agar dapat memudahkan kita dalam memperoleh data yang kita cari. Selain itu untuk meminimalisir adanya redundansi (kerangkapan data) dan menjaga data tetap konsisten. dan yang terakhir adalah peraturan dalam pemilihan data yang sesuai dengan fungsi dan jenisnya.



MANFAAT BASIS DATA

    Dari pengertian dan tujuan tentang basis data kemudian kita akan mengenal lebih jauh tentang manfaat yang akan kita dapatkan ketika kita mempelajari sistem basis data (database). Berikut 7 pemanfaatan dari penggunaan basis data.

1. Kecepatan dan kemudahan (Speed)

Penggunaan database (basis data) memungkingkan kita untuk menyimpan data atau melakukan perubahan (update atau manipulasi) dan menampilkannya kembali data tersebut dengan cepat dan mudah dari pada kita menyimpanya secara manual.

2. Efisien ruang penimpanan (Space)

Dengan pemanfaatan database (basis data) penggunaan ruang penyimpanan data dapat dilakukan dengan penekanan jumlah redundasi data. sehingga dengan tidak adanya redundansi data kita akan mendapatkan data yang efisien atau optimal. penekanan redundansi data dilakukan dengan menerapkan sejumlah pengkodean (coding) membuat relasi antar kelompok data yang saling terhubung.

3. Keamanan (Security)

Cukup banyak sistem (aplikasi) pengolahan data (database) tidak menerapkan aspek keamanan (security) dalam penggunaan database. Namun untuk sistem yang sudah berskala besar dan serius, harus dan wajib menerapkan aspek kemanan. Dengan begitu kita akan dapat menentukan siapa yang boleh mengakses database dan menentukannya jenis operasi apa sajan yang boleh dan tidak boleh dilakukan. salah satu solusinya adalah penggunaan password untuk setiap pemakai basis data (database).

4. Data dapat digunakan secara bersama (Sharebility)

Data dapat digunakan secara bersamaan (tak  terbatas user/pengguna) oleh beberapa program aplikasi (secara batch maupun on-line).

5. Dapat diterapkan Standarisasi atau pemusatan kontrol data (Standarization)

Dengan adanya pengontrolan yang terpusat, data yang ada menjadi terpusat pada satu tempat penyimpanan. Sehingga dapat memudahkan penggunaan, pengiriman maupun penukaran data kapan saja.

6. Keakuratan (Acuracy)

Dengan pemanfaatan pengkodean (coding) atau pembentukan relasi antar data dengan menerapkan aturan batasan tipe data dan bahasa tertentu (bahasa SQL), yang membuat data menjadi unik dan berbeda dengan data yang lain, sehingga penyimpanan data tidak akan ada yang sama dalam penyimpanan.

7. Terciptanya konsistensi data (Consistant)

Apabila terdapat perubahan data yang dipakai pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan data itu berlaku untuk semuanya.




KELEMAHAN BASIS DATA

  • Mahal

Pada penerapannya sistem basis data membutuhkan banyak komponen yang terlibat diantaranya komputer dengan spek yang sangat bagus dan tinggi, tenaga ahli yang akan dibayar harddisk yang memerlukan tempat khusus hal yang tersebut berguna untuk bisa memberikan data yang benar ataupun akurat.

  • Kompleks

data pada sistem basis data tersambung dengan satu sama dengan lainnya. jika terjadi satu saja perubahan maka hal tersebut bisa mengubah seluruh isi tersebut.

  • Membutuhkan ruang ataupun tempat penyimpanan yang besar

Basis data membutuhkan tempat penyimpanan yang sangat luas, jika ruang penyimpanan kecil maka akan mempersulit penyimpanan hasil dari proses pengolahan data.

  • Memerlukan Tenaga Spesialis

Dalam kegiatan pengolahan basis data tidak dapat melaksanakan sembarang orang, memerlukan keahlian yang khusus pada bidang penerapan sistem basis data.(Riski)


KEUNTUNGAN BASIS DATA

  • Data Menjamin

Sistem basis data memberikan keamanan berupa password serta hak akses cuman bagi pemakainya, hingga orang yang tidak memiliki kepentingan tak bisa mengakses ataupun mengubah data tersebut

  • Integrasi data

Kerangkapan data harus selalu dijaga sebab data tersebut akan menjadi akurat sesuai dengan pengolahan data.

  • Dapat dipakai secara Bersama

Data digunakan Bersama sama oleh beberapa program aplikasi pada saat yang bersamaan.


CIRI-CIRI BASIS DATA

    Ciri-ciri yang ada dalam Basis Data adalah sebagai berikut:

  • Adanya efisiensi yang terkait dengan kecepatan akses, ukuran data, dan ketepatan informasi.
  • Data yang disimpan dalam jumlah yang besar.
  • Datanya digunakan secara bersama ( sharebility ).
  • Mengurangi dan mencegah adanya duplikat dalam data.
  • Mencegah ketidakkonsistenan data.


CONTOH PENERAPAN BASIS DATA

    Basis data biasanya banyak digunakan sebagai penyimpanan data penjualan, kepegawaian, akuntansi, reservasi, ansuransi, pendidikan, pergudangan (inventory), telekomunikasi, industri manufaktur, dan bahkan hingga dokumen-dokumen arsip negara.

Informasi Perpustakaan

  • pencarian data buku bedasarkan judul, pengarang, atau kriteria lain yang dapat memudahkan pencarian dengan menggunakan basis data
  • pencarian data peminjam yang terlambat mengembalikan buku.
  • pembuatan surat tagihan berdasarkan informasi yang tersedia.
  • mengetahui berapa banyak buku yang ssedang dipinjam.
  • dan lain sebagainya.

Informasi Retail Penjualan

  • pencarian jumlah penjual
  • mengetahui jumlah stok yang tersedia
  • mengetahui dengan jelas statistik laporan penjualan
  • mengetahui laba perusahaan

Informasi Retail Perbankan 

  • dengan memanfaatkan teknologi jaringan dan database, kemampuan basis data dapat dioptimalkan. misalnya transaksi antar cabang sebuah perbankan secara online.
  • dapat mengetahui dengan jelas jumlah costumer dan transaksi yang dilakukannya





BAB. II


KOMPONEN DALAM BASIS DATA




1. Pengguna

    Komponen dasar data yang pertama ditemukan pengguna atau pengguna. Pengguna ini bisa dianggap sebagai orang-orang yang berwenang untuk melakukan interaksi dengan sistem basis data dan mereka membutuhkan informasi yang ada didalamnya.

Pengguna ini dapat diklasifikasikan menjadi 4 kelompok sebagai berikut:

  1. Aplikasi Programmer atau Programmer Aplikasi yaitu pengguna yang memiliki tugas untuk membuat suatu program aplikasi guna mengakses data dasar dengan bahasa pemrograman tertentu
  2. End User yaitu pengguna yang berdasarkan pada cara mereka melakukan interaksi dengan sistem basis data yang terdiri atas naive user, casual user, special user bahkan termasuk pula kelompok sebelumnya yaitu application programmer
  3. Desainer yaitu mereka yang mendesain basis data
  4. Administrator yaitu mereka yang memiliki otoritas mengendalikan seluruh data basis sistem


2. Data

Ini adalah kumpulan tabel atau file yang membentuk suatu basis data. Berkenaan dengan komponen basis data satu ini, ada yang disebut dengan entitas dan atribut. Adapun entitas itu adalah konsep, kejadian, tempat atau bahkan orang yang informasinya akan disimpan. Sementara atribut adalah sebutan untuk mewakili entitas. 

Misalnya di sini entitas seorang mahasiswa yang kuliah di suatu perguruan tinggi.Mahasiswa tersebut memiliki atribut berupa jenis kelamin, alamat, nomor induk, nama dan lain sebagainya. Informasi dari mahasiswa yang bersangkutan menjadi sebuah file yang kemudian digabungkan dengan file mahasiswa yang lainnya sehingga data tentang kemahasiswaan.


3. DBMS Perangkat Lunak

DBMS atau Database Management System adalah perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan untuk mengelola basis data.

Dengan DBMS ini, semua orang yang berkepentingan dengan basis data bisa memelihara, mengakses sekaligus mengontrol data dengan lebih mudah dan efisien.

Bahkan perangkat lunak ini juga menerapkan mekanisme khusus sebagai pengamanan data.

Dengan adanya DBMS pula, para pengguna yang masih awam juga bisa lebih mudah menggunakan data yang dimaksud tanpa perlu merepot-repot memahami kompleksitas struktur data tersebut.


4. Sistem Operasi

Ini adalah perangkat lunak yang akan memfungsikan, mengendalikan semua sumber daya sekaligus melakukan operasi dasar yang ada pada sistem komputer.

Sistem operasi ini tentunya harus sesuai dengan perangkat lunak pengelolaan basis data yang akan digunakan. Contoh sistem operasi antara lain Windows XP, Unix, Linux, Windows 9x dan lain-lain.


BAHASA DALAM BASIS DATA

    Bahasa Basis Data (Database Language) merupakan bahasa yang digunakan oleh user atau pemakai untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan DBMS ( Database Management System ) yang bersangkutan. Contoh dari Bahasa Basis Data adalah misalnya SQL, dBase, QUEL dsb.

Bahasa Basis Data dibagi ke dalam 2 bentuk yaitu:

1. Data Definition Language (DDL)
2. Data Manipulation Language (DML)


Data Definition Language (DDL)

DDL merupakan bagian dari perintah SQL untuk:
1. Create : table, view, sequence, synonym, user, index
2. Drop : table, view, sequence, synonym, index, user
3. Alter : table, view, sequence, index, user
4. Rename
5. Truncate
6. Comment

Suatu DDL akan dieksekusi apabila sudah diakhiri dengan ‘;'(titik koma) dan hasil perintah DDL berupa kumpulan tabel yang disimpan dalam file khusus yang disebut Data Dictionary (Kamus Data). Data dictionary merupakan data yang mendeskripsikan data yang sesungguhannya. Data dictionary akan selalu diakses oleh suatu operasi basis data sebelum file data yang asli diakses untuk digunakan oleh user.


Data Manipulation Language (DML)

DML berguna untuk melakukan manipulasi dan pengambilan data pada suatu basis data.
Manipulasi data yang di maksud disini berupa:
– penambahan data baru (insert)
– penghapusan data (delete)
– pengubahan data (update)
– pengubahan dan penambahan data (Merge)


JENJANG DATA DALAM BASIS DATA

Pengertian dari jenjang data dari database tersebut untuk setiap itemnya adalah sebagai berikut :
1. Characters
Characters merupakan bagian data terkecil, dapat berupa karakter numeric/angka (0..9), huruf(A-Z) ataupun karakter-karakter khusus (. , @ # $ *) yang membentuk suatu item data/field.

2. Field
Field merupakan presentasi suatu atribut dari record yang menunjukkan suatu item data/field, seperti misalnya nama, alamat, dan lain sebagainya. Kumpulan dari field membentuk suatu record.

a.      Field Name : harus diberi nama untuk membedakan field yang satu dengan yang lain.
b.      Field Representation : tipe field (karakter, teks, tanggal, angka, dan sebagainya), lebar field (ruang maksimum yang dapat diisi dengan karakter-karakter data).
c.       Field Value : isi dari field untuk masing-masing record.

3. Record
Record merupakan kumpulan dari field membentuk suatu record. Record menggambarkan suatu unit data individu yang tertentu. Kumpulan dari record membentuk suatu file. Misalnya file personalia, tiap-tiap record dapat mewakili data tiap-tiap karyawan.

4. File
File merupakan kumpulan dari record-record yang menggambarkan satu kesatuan data yang sejenis. Misalnya file mata pelajaran berisi data tentang semua mata pelajaran yang ada.

5. Database
Database merupakan kumpulan dari file/tabel yang membentuk suatu database.



TIPE FILE DALAM SISTEM BASIS DATA

1. File Induk (Master File)

File induk acuan (reference master file) : file induk yang recordnya relatif statis, jarang berubah nilainya. Misalnya file daftar gaji, file mata pelajaran.

File induk dinamik (dynamic master file) : file induk yang nilai dari record-recordnya sering berubah atau sering dimutakhirkan (update) sebagai hasil dari suatu transaksi. Misalnya file induk data barang, setiap saat harus di up-date bila terjadi transaksi.


2. File transaksi (transaction file)

File ini bisa disebut file input, digunakan untuk merekam data hasil dari transaksi yang terjadi. Misalnya file penjualan yang berisi data hasil transaksi penjualan.

3. File Laporan (report File)

File ini bisa disebut output file, yaitu file yang berisi informasi yang akan ditampilkan

4. File Sejarah (history file)

File ini bisa disebut file arsip (archival file), merupakan file yang berisi data masa lalu yang sudah tidak aktif lagi, tetapi masih disimpan sebagai arsip.

5. File Cadangan (backup file)

File ini merupakan salinan dari file-file yang masih aktif di dalam database pada suatu saat tertentu. File ini digunakan sebagai pelindung atau cadangan bila file database yang aktif mengalami kerusakan atau hilang.

6. File Kerja (working file)

File ini merupakan file sementara untuk suatu proses program untuk menghemat memori dan akan dihapus kembali bila proses selesai.





LEVEL ABSTRAK DATA DALAM BASIS DATA

    Pada abstraksi data bayangan mengenai data tidak lagi diperhatikan kondisi sesungguhnya bagaimana suatu data masuk ke database dan disimpan ke dalam sektor mana, tetapi menyangkut secara menyeluruh bagaimana data tersebut dapat diabstraksikan. Kegunaan utama sistem database adalah agar pengguna mampu menyusun suatu pandangan abstraksi dari data tersebut. Database dapat dipandang dari 2 yaitu: sudut pandang pengguna dan perancang database.

    Pengguna dapat diartikan sebagai orang-orang yang menggunakan database. Sedangkan perancang database adalah orang yang berperan sebagai perancang dan pengelola database. Seorang perancang database memiliki pandangan secara konseptual dan secara fisik. Pandangan  tersebut menunjukkan level pandangan terhadap suatu database. Pandangan terhadap database sering disebut sebagai arsitektur database atau abtraksi database dan terbagi kedalam level fisik, level konseptual, dan level pandangan pengguna.

1. Level Fisik (Physical Level)

    Level fisik merupakan level abstraksi yang paling rendah menjelaskan secara detail bagaimana data disimpan dan kondisi sebenarnya atau diorganisasikan decara fisik atau aktual.

    Pada level ini struktur data yang diperlukan gambaran secara rinci yang dibutuhkan oleh system enginner, dan level ini umumnya digunakan oleh para pakar software dan hardware.

    Physical level sering disebut sebagai level eksternal merupakan bentuk implementasi konseptual, yaitu suatu pandangan perancang yang bekaitan dengan permasalahan teknik penyimpanan data dalam database ke dalam media penyimpanan yang digunakan. Pandangan ini bersifat sangat teknis danlebih berorientasi pada mesin, yaitu berkaitan dengan organisasi berkas database.


2. Level Konseptual (Conceptual Level)

    Level konseptual merupakan level abstraksi yang lebih rendah dari level logika dan merupakan level abstraksi yang lebih tinggi dari level fisik. Level ini memberikan gambaran tentang data apa yang sebenarnya perlu disimpan dalam database, serta hubungan atay relasi yang terjadi diantara data dari keseluruhan database.

    Level Conceptual / Global Logical Data juga merupakan suatu pandangan perancang database yang berkaitan dengan data apa yang perlu disimpan dalam database dan penjelasan mengenai hubungan antara data yang satu dengan yang lainnya. Pengguna tidak mempedulikan kerumitan dalam struktur level fisik lagi, pengambaran cukup dengan memakai kotak, garis, dan hubungan secukupnya.


3. Level pandangan pengguna

    Level pandangan pengguna atau level eksternal merupakan pandangan para pengguna database pada masing-masing pengguna database, sehingga memiliki cara pandang yang berbeda-beda tergantung pada macam data apa saja yang tersedia atau dapat diakases oleh pengguna.

    Level ini merupakan level abstraksi yang mendeskripsikan bagian tententu dari keseluruhan database secara logika kepada pengguna tentang data yang dibutuhkan. Level ini merupakan level abstraksi data tertinggi yang menggambarkan sebagian saja tentang data yang dapat dilihat dan dipakai dari keseluruhan database. Pengguna tidak perlu tahu bagaimana sebenarnya data-data tersebut tersimpan. 


Komentar